Berjuang Menjadi Wanita Shalihah

Wanita shalihah, tentu semua Muslimah ingin mendapatkan gelar ini. Gelar yang tentu saja bukan datang dari manusia tetapi dari Pencipta manusia yaitu Allah ta’ala. Namun, bukan berarti karena kita tidak tahu apakah kita berhak mendapatkan gelar ini atau tidak, akhirnya kita tidak mengusahakan untuk meraihnya. Setiap amal kebaikan haruslah kita usahakan, sekecil apapun itu.

Manusia adalah makhluk bebas. Dalam artian Allah memberikan pilihan baginya dalam menjalani kehidupannya. Apakah ingin menjadi orang baik yang berjalan di atas jalan kebenaran, mengikuti setiap aturan yang ditetapkan oleh Pembuat Kehidupan ini., ataukah sebaliknya yaitu menjadi makhluk yang hina, jauh dari Allah dan petunjuk Rasul-Nya. Setiap pilihan akan menentukan akhir kehidupannya.

Setiap perjuangan pastilah membutuhkan modal atau bekal untuk menitinya. Seperti seorang mujahid yang akan bertempur di medan jihad. Tentulah ia harus menyiapkan segala kebutuhan dalam berjihad. Tekad yang kuat, niat yang ikhlas, persenjataan yang cukup bahkan bekal makanan dan obat-obatan. Semua harus dipersiapkan.

Sama halnya dengan seorang Muslimah yang ingin berjuang meraih gelar shalihah. Ia harus memiliki bekal untuk perjuangannya itu. Setiap amal perbuatan yang ia lakukan haruslah berlandaskan niat yang ikhlas. Semata-mata mengharapkan ridho Allah subhanahu wata’ala. Dalam menjalani kehidupannya, ia juga harus senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah sehingga perbuatan yang ia lakukan tidak bernilai sia-sia di sisi Allah.

Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan dan ujian. Begitulah alamiahnya. Setiap Muslimah yang ingin meraih gelar shalihah tentu akan dihadapkan pada rintangan-rintangan di sepanjang perjalanannya. Perkataan orang lain yang tidak mengenakan, tidak adanya dukungan dari orang-orang terdekat termasuk keluarga, bahkan hawa nafsu pribadi yang seringkali mengajak pada keburukan. Diri muslimah harus siap menghadapi itu semua.

Dan begitu manisnya sebuah perjuangan akan dapat dirasakan oleh mereka yang mengetahui maknanya. Allah pun telah menyiapkan balasan terindah bagi mereka yang tidak akan mereka sesali. Bahkan mereka akan merasa bahwa apa yang telah mereka usahakan di dunia tidak ada artinya ketika surga dan kenikmatannya telah diraih.

Dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Allah berfirman:

Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.”

Maka Muslimah, bersabarlah dengan kesabaran layaknya para pendahulu kita. Para Nabi dan Rasul, para sahabat dan shahabiyah, dan orang-orang shalih yang telah mengikuti jejak mereka.

Bersabarlah atas ujian dunia yang hanya sebentar ini, karena surga adalah abadi.

Recommended For You

Apakah Kau Tak Ingin Menikah?

Rasulullah ﷺ memiliki beberapa sahabat yang menjadi pembantu beliau. Mengerjakan beberapa pekerjaan yang meringankan kesibukan beliau sebagai seorang pimpinan agama dan negara. Di antara pembantu beliau adalah Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiallahu ‘anhu. Rasulullah ᥥ ...

Az-Zaqqum, Pohon Neraka Jahannam

Nabi bersabda, "Andai setetes pohon Az-Zaqqum menetes ke dunia, maka merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana dengan orang yang makannya ialah Az-Zaqqum?" (HR. At Timidzi) Dari Ibnu Abbas ra, berkata, "Nabi SAW membaca ayat ini, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan jangan ...