Hamba Allah Bukanlah yang Hidup Mewah

Duhai wanita yang bersedih!

Wanita shalehah akan menghidangkan makanan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada makanan yang tersisa atau berlebih - lebihan. Ummul Mukminin Aisyah Ra., adalah teladan dalam hal makanan. Aisyah berkata, “Tidak ada yang tersisa di atas piring hidangan makan Rasulullah Saw., sepotong roti sedikitpun.”

Riwayat lain menyebutkan, “Saat piring Rasulullah Saw. diambil dari kedua tangannya, maka di atasnya tidak ada sisa makanan sedikitpun.”(HR. Thabrani dalam Al Ausath no.910).

Diantara larangan Islam dan termasuk berlebihan dalam kehidupan adalah menggunakan alat minum dan makan dari emas dan perak, Ummu Salamah Ra. berkata, Rasulullah Saw. bersabda,



“Orang yang minum dengan gelas yang terbuat dari perak, maka ia hanyalah mengucurkan api neraka jahanam ke dalam perutnya.” (HR. Bukhari no.5232, Kitab Minuman)

Riwayat lain disebutkan:



Sesungguhnya orang-orang yang makan dan minum dari bejana perak atau emas, ia telah memasukkan api neraka Jahannam ke dalam perutnya. (Mushanaf Ibnu Abi Syaibah ,no 23528.dan ia berkata :sanadnya shahih menurut Bukhari dan Muslim.)

Islam sangat bijak dalam larangan ini. Ini merupakan perkara berlebihan dan sombong. Islam lebih mencintai agar kaum muslimin bersikap tawadhu, sebagaimana Rasulullah Saw. yang bersabda kepada Mu`adz bin Jabal ketika Beliau mengutusnya ke Yaman, “Berhati-hatilah engkau dengan hidup mewah.Karena sesungguhnya hamba Allah, bukanlah mereka yang hidup mewah.” (Az Zuhd karya Imam Ahmad, hal ,23.dan diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya, no.21533.)

***

Recommended For You

Kisah Nabi Ilyasa as

Kisah Nabi Ilyasa- Ia putra dari paman Nabi Ilyas. Melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat. Karenanya dalam berdakwah ia berpegang pada syari'at dan metode nabi Ilyas. Al Qur'an tidak menguraikan tentang Nabi Ilyasa. Hanya dijelaskan.   "Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, D ...

Untuk Anjing Romawi

Maaf judulnya kurang nyaman didengar. Mungkin karena posisi kita tidak sedang berhadapan dengan musuh. Atau merasa tidak sedang berhadapan. Kalimat di atas bukan kalimat saya. Hanya nukilan dari sebuah surat. Dari orang besar dalam sejarah Islam yang menunjukkan izzah (kemuliaan dan harga diri) mus ...