Hukum islam yang biasa juga disebut Hukum Syari'at terbagi menjadi tujuh :

a. Wajib/Fardlu, yaitu suatu perlakuan yang apabila ditinggalkan mendapat dosa.
Wajib/Fardlu ini dibagi menjadi dua bagian:
1. Wajib/Fardlu 'ain: yaitu suatu perlakuan yang harus dikerjakan oleh setiap orang muslim yang mukallaf/baligh dan berakal sehat, seperti shalat lima waktu,puasa Ramadhan, zakat, hajji dan sebagainya
2. Wajib/Fardlu kifayah: yaitu suatu perlakuan yang harus dikerjakan oleh ummat islam yang mukallaf/baligh dan berakal sehat, tetapi sudah dianggap cukup apabila telah dikerjakan oleh sebagian dari mereka. Dan berdosa seluruhnya jika tidak ada yang mengerjakannya, seperti menyembahyangkan mayat, menguburkannya dan sebagainya.

b. Sunnat, yaitu suatu perlakuan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa, seperti sembahyang sunnat, puasa hari Senin Kamis, berwudlu untuk membaca Qur'an dan sebagainya.

c. Haram, yaitu suatu perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat dosa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala, seperti durhaka terhadap kedua orang tua, berdusta, minum - minuman keras, mencuri dan sebagainya.

d. Makruh, yaitu suatu perbuatan yang apabila dikerjakan tidak berdosa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala, seperti makan petai atau brambang mentah dan sebaginya.

e. Mubah, yaitu suatu perlakuan yang apabila dikerjakan tidak mendapat pahala dan tidak pula berdosa, demikian pula apabila ditinggalkan juga tidak mendapat pahala dan tidak pula berdosa seperti makan, minum, tidur, dan sebaginya.

f. Syahih, yaitu suatu perlakuan yang telah memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan menurut Hukum Syari'at dan betul.

g. Fasid/Bathil, yaitu suatu perlakuan yang tidak memenuhi syarat dan rukun atau tidak betul cara mengerjakannya.

Recommended For You

Ketaatan Seorang Pemuda

Sejarah mencatat tidak pernah kaum mukminin di masa kepemimpinan Islam mengangkat seorang pemimpin bagi mereka dari kalangan selain Muslim. Ini karena Allah ta’ala telah memerintahkan yang demikian dan mereka mentaatinya. Walaupun seorang pemimpin bukanlah manusia sempurna yang bebas dari kesa ...

Dewi Sandra: Menentang Poligami Berarti Menentang Ketentuan Allah Swt

Aktris sekaligus penyanyi cantik Dewi Sandra sempat heran dan bertanya-tanya bagaimana bisa pasangan suami-istri menjalani praktik poligami dengan baik. “Saya juga awalnya bertanya, ‘kok bisa (poligami)?’ Ternyata memang bisa,” ujar Dewi ketika ditemui di kawasan Kebon Jeruk ...