Jamaah Anti Syiah Tolak Perayaan Asyura di Semarang

Pernyataan Sikap Jamaah Anti Syiah Indonesia

Terkait Rencana Perayaan Asyura di Semarang

Kami yang tergabung Jamaah Anti Syiah Indonesia secara tegas menolak rencana Perayaan Asyura okeh kelompok Syiah yang rencana akan digelar Senin, 3 November 2014 di Kompleks PRPP (Jateng Fair) di Jalan Anjasmoro, Tawang Mas Semarang.

Kami menilai bahwa:

  1. Hasil kajian Tim MUI Pusat ajaran Syiah telah memenuhi 10 kriteriah Aliran Sesat dan Membahayakan.

Dalam buku ‘Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia’ yang diterbitkan oleh MUI Pusat pada bulan Nepember 2013 ini disebutkan bahwa suatu ajaran dalam Islam jika mengandung sepuluh kriteria yang telah ditetapkan MUI di Jakarta di atas merupakan ajaran menyimpang dan sesat. Sepuluh kriteria yang disebutkan MUI tersebut adalah, pertama; mengingkari salah satu Rukun Islam dan Rukun Iman , kedua; menyakini atau mengikuti Aqidah yang tidak sesuai dengan dalil Syar’I (Al Qur’an dan As Sunnah), ketiga; menyakini turunnya wahyu sesudah Al Qur’an, keempat; mengingkari autentitas dan kebenaran Al Qur’an.

MUI melanjutkan, kelima; menafsirkan Al Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir, keenam; mengingkari hadist sebagai sumber ajaran Islam, ketujuh; melecehkan/mendustakan Nabi dan Rasul, kedelapan; mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, kesembilan; mengurangi/menambah pokok-pokok ibadah yang tida ditetapkan Syariat dan kesepuluh; mengkafirkan sesama muslim hanya karena bukan kelompoknya.

  1. Perayaan Asyura oleh kelompok Syiah adalah menyimpang dari ajaran Islam karena memuat penghinaan terhadap sahabat Nabi.
  2. Kelompok Syiah di Indonesia telah meresahkan para Ulama, Ormas Islam dan ancaman gangguan stabilas keqamaan di Indonesia.

 

Untuk itu kami meminta :

  1. Kepada Kapoltabes Semarang untuk tidak mengijinkan dan membubarkan acara perayaan Asyura di Semarang karena telah meresahkan masyarakan dan mendapat penolakan dari umat Islam
  2. Kepada MUI Semarang, MUI Jateng untuk memanggil Ketua Panitia, membubarkan acara perayaan Asyura dan melakukan pembinaan secara intensif agar aliran sesat bisa dikurangi dan tidak menebar di masyarakat

 

Semarang, 2 November 2014

Koordinator Aksi

Recommended For You

Menyambung Rambut dengan Rambut Palsu

Mari kita perhatikan dua hadits berikut: Dari Asma binti Abu Bakar Ra., ia berkata, ``Seorang wanita datang kepada Nabi Saw. lalu berkata, `Ya RasulullahSaw., aku mempunyai anak perempuan yang akan menjadi pengantin. Ia pernah terkena penyakit campak sehingga rambutnya rontok. Boleh ...

Alhamdulillah, Erdogan Berhasil Cabut Aturan Pelarangan Jilbab di Lembaga Negara dan Sekolah

Alhamdulillah , perjuangan politisi Islam di Turki yang dipimpin oleh Erdogan akan mencabut  peraturan  yang melarang wanita mengenakan jilbab , atau jilbab Islam , pada lembaga-lembaga negara , Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin, 30 September dalam pidatonya. ...