Kecantikan Bidadari Surga

Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami menciptakan bidadari-bidadari dengan langsung. Kami jadikan mereka gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar dari orang yang kemudian." (QS. Al-Waqiah [56]: 35-40).

"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh manusia sebelum mereka (penghuni- penghuni surga yang menjadi suami para bidadari), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan pula." (QS. Ar-Rahman [55]: 56-60).

"Di dalam surga terdapat istri-istri yang suci, mata-mata yang ramah, dengan cahaya yang memancar dari mereka. Mereka berhias dengan hiasan karamah, kesturi, kerlingan mata mereka penuh dengan celak, anggota tubuh mereka tunduk, lehernya dikalungi dengan mutiara dan permata, mereka memanggil dengan suara-suara manja yang mengenakkan telinga, "Kami abadi dan tak pernah mati, kami ramah dan tak pernah masam, kami bermukim di sini dan tak pernah berpindah, kami selalu rela dan tak pernah membenci. Kami adalah bidadari-bidadari cantik, istri-istri bagi kaum yang mulia. Kami selalu perawan bagi hamba-hamba yang beriman. 

Beruntunglah orang yang menjadi suami bagi kami dan kami menjadi istrinya." (Dikutip dari Ibnu al-Jauzi).
"Sesungguhnya bidadari berkata kepada suaminya (di surga), ’Demi kemuliaan Tuhan-ku, aku tidak pernah melihat di dalam surga, sesuatu yang lebih indah darimu. Maka segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan aku sebagai istrimu, dan menjadikan engkau sebagai suamiku Dan bidadari- bidadari surga itu sebersih permata yaqut, dan seputih marjan." (Hadits diriwayatkan dari Abu Dzar al-Ghiffari).

Keterangan-keterangan dari Al-Qur’an dan Hadits menjelaskan tentang sifat-sifat bidadari surga, yang semuanya menggambarkan keindahan dan kecantikan, yang tiada bandingannya, yang mata manusia tidak pernah melihatnya, telinga tidak pernah mendengarnya, dan pikiran tidak pernah membayangkannya.

Recommended For You

Kisah Nabi Yunus as

Nabi Yunus A.S. termasuk nabi dari keturunan Bani Israil. Allah mengutusnya kepada penduduk negeri Ninawa di Mosul (Iraq). Beliau menyeru kaumnya untuk kembali kepada Allah, namun mereka menolaknya. Nabi Yunus A.S. tidak berputus asa, selalu berusaha untuk terus mendakwahi kaumnya, yang terus menol ...

Surga Bagi Orang yang Dermawan dan Neraka Bagi Orang yang Kikir

Seorang wanita datang kepada Nabi saw., sedangkan tangan kanannya dalam keadaan lumpuh. Wanita itu berkata kepada Nabi saw., “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkan tangan saya yang lumpuh ini.” Maka Nabi saw. bertanya kepadanya, “Apakah yang ...