Kejarlah Akhiratmu, Jangan Hanya Sibuk Dengan Urusan Duniawi

Al-Qur’an berfirman bahwa kehidupan dunia bagaikan hujan. Hujan turun dari langit untuk diserap bumi dan tumbuh-tumbuhan. Kemudian tanaman pertanian tumbuh danmatahari yang cerah bersinar. Semua orang merasa senangkarena buah-buahan tumbuh.  Tapi kemudian matahari terusbersinar sehingga menjadi terik dan kering. Kemudian anginberhembus dan menerbangkan daun-daun dari tanah yang telah tandus.
 

Itulah kehidupan dunia. Kemudahan dan kesukaran dalam hidup datang silih-berganti, tapi kenapa kita menyembah dunia? Islam mengajarkan bahwakehidupan hanyalah ujian untuk melihat apakah kau menggunakan hidup dan hartamu untukbersedekah dan berbaik hati kepada sanak keluargamu, atau apakah hatimu melekat pada uang? 

 
Dan jika kau jatuh miskin, apa yang akan kalian lakukan? Berlari mengejar uang di sepanjang hidupmu? Atau apakah kau sabar menjalaninya, tetap berterima kasih kepada Tuhan, dan tetap menyembah-Nya? Itulah tujuan hidup. Karena kehidupan begitu singkat, rata-rata hidup manusia hanya sampai 70-80 tahun kemudian kau masuk liang kubur.
 
Jadi Islam tidak mengajarkanmu untuk mengejar hal-hal duniawi. Kedamaian dan ketenanganhatimu didapat ketika kau menyembah Tuhanmu dan berusaha untuk menjadi  orang yang saleh,berbaik hati kepada orangtua, berbaik hati kepada tetangga, bersedekah kepada orang miskin, menolong orang yang membutuhkan, menjenguk yang sakit, menolong para musafir dalam perjalanannya, dan berdakwah untuk mengajak orang-orang menuju kebenaran. Dengan melakukan hal-hal ini maka barulah ada ketenangan dalam hatimu.
 
Jadi masyarakat Islam tidak mendedikasikan diri mereka untuk mencintai dunia. Orang-orangseharusnya berlomba-lomba menuju amal baik. Maka dalam konteks inilah, Islam mengajarkan jika seseorang mencuri bukan karena dia merasa lapar dan sangat butuh atas barang yang dicurinya, jika dia mencuri karena kerakusannya, maka tangannya harus dipotong.  Mungkin kauberkata bahwa ini adalah hukuman yang brutal dan biadab. Tapi apa solusimu? Memenjarakan orang-orang yang mencuri? Tapi sebenarnya, apakah memenjarakan orang-orang jahat dapat menolong orang yang menjadi korban? Tentu saja tidak.
 
Aku pernah ke Arab Saudi sebanyak 2 atau 3 kali. Dan aku tidak mengatakan bahwa Arab Saudi adalah negara Islam yang sejati. Tapi mereka mempunyai hukum Islam. Islam sangat penting disana. Bahkan mereka punya acara TV yang menyiarkan acara-acara keagamaan, siaran-siaran radio Islami, dan lain-lain. Mereka menunaikan shalat 5 waktu, tidak banyak pengaruh budayaBarat disana. Kesimpulannya Arab adalah negara yang masih punya dasar hukum Islam.
 
Dan 40 tahun yang lalu, di Mekkah dan Madinah pada saat adzan berkumandang, maka jalan-jalan menjadi kosong. Jalanan lengang karena setiap orang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat, dan mereka hanya mengambil selembar kain untuk menutupi barang dagangannya. Bahkan toko-toko emas juga. Mereka hanya mengambil selembar kain untuk menutupi emas-emas mereka.
 
Bisakah hal seperti itu dipraktekkan di negara ini? Memang sukar dan berat, tapi apakah kehidupan hanya permainan? Bukan! Jadi kita semua bertanggung jawab. Kau harus sadar bahwa kau tidak bebas dari kesalahan. Sehabis bekerja kemudian kau pergi ke bioskop sambil berkata“Oh tidak masalah karena aku hidup di sebuah negara demokrasi yang indah” dan kau tidak berbuat apapun.
 
Tapi setiap kali seorang anak diculik, setiap kali seorang perempuan diperkosa, setiap kali seorang pencuri kembali ke masyarakat, maka kau harus bertanggung jawab, karena kau mengikuti jalan hidup yang bodoh, kau mengikuti ideologi yang bodoh, dan kau mendukungnya, meskipun kau hanya diam. Kau juga tidak menyembah Allah dan tidak mengikuti jalan yang telah ditetapkan padamu.
 
Aku berharap dibebaskan dari tanggung jawab itu karena aku mencoba memberitahumu.Wahaikalian takutlah pada Allah, sembahlah Allah, inilah solusinya dan aku tidak akan menerima pengadilan di negeri ini, karena ada jalan yang lebih baik.
 
Mungkin mereka berkata “Oh agama Islam, wanitanya mengenakan jilbab, benar-benar agama primitif, agama biadab”, tapi siapa yang memberitahu mereka semua ini? Apakah mereka telah meneliti agama Islam dengan mendalam, apakah mereka telah membaca Al-Qur’an, apakah mereka telah membaca hadist nabi Muhammad, apakah mereka telah membaca sejarah peradaban Islam? 

Karena pada masa kejayaannya, Islam punya penerangan di jalan-jalan Cordoba, pengadilan, danperpustakaan di setiap sudut jalan. Dan ketika mereka ingin pergi belajar, ketika mereka berpikir bahwa Ratu Elizabeth adalah orang aneh karena dia mandi hanya sekali dalam setahun, mereka datang ke negeri umat muslim untuk belajar karena disanalah pusat peradaban.
 
Tapi banyak umat muslim yang telah meninggalkan Islam. Mungkin sebagian dari mereka pergi ke masjid, tapi pada kenyataannya hati dan kehidupan mereka telah kehilangan agama. Yang menarik adalah ketika umat Muslim menjauh dari agama, maka masyarakat dan peradaban umat Muslim  memburuk, tapi ketika negeri Barat menjauh dari Kekristenan yang merupakan agama mereka, mereka malah menjadi sukses.
 
Karena sebenarnya agama di peradaban Barat menjadikan mereka  kuno dan biadab. Tapi di dunia muslim, agama Islam menumbuhkan peradaban, kemajuan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
 
Masa lalu peradaban Barat adalah masa lalu kuno. Di masa lalu peradaban Barat, ketika menemukan seorang wanita yang diduga penyihir, maka mereka akan mengikatnya, kemudianwanita itu dibuang ke danau. Jika dia mengapung, maka dia seorang penyihir. Tentu saja dia mengapung, wanita malang itu akan tenggelam jika dia tidak mencoba mengapung.
 
Saat perang salib, umat Kristen mengenakan ikat pinggang keperawanan kepada kaum wanita,karena ketika tentara salib pergi berperang, mereka takut istri-istri mereka selingkuh dan tertular penyakit AIDS, jadi para tentara salib tidak dapat tidur dengan istrinya lagi. Merekalah yang berada pada peradaban kuno.

Recommended For You

Kezuhudan Para Sahabat

Indahnya akhlak para sahabat memang menjadi teladan tersendiri. Dalam diri mereka mengalir kebaikan yang ditanamkan dengan mengakar kuat oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. Rasulullah pernah bersabda: Sahabat-sahabatku itu bagaikan bintang-bintang. Dengan (sahabat-sahabat) manapun ka ...

Kenapa Menurut Rasulullah , Tidur Harus Berbaring di Lambung Kanan?

Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).   Hadits ini mengajarkan ke ...