Kisah Nabi Adam as Penciptaan Adam as

Kisah penciptaan Adam dimulai dengan dialog antara Alloh dan para malaikat. Alloh SWT memberitahu para malaikat bahwa Ia akan mengangkat khalifah (wakil) di bumi, yaitu Adam dan anak cucunya dan akan menetapkan mereka dibumi dan menjadikan mereka berkuasa disitu. Akan tetapi malaikat merasa heran mendengar berita ini, karena yang akan menjadi khalifah Alloh dibumi-Nya tidak akan mampu mendirikan kerajaan yang menyamai kerajaan langit dalam hal rahmat dan kesuciannya. Alloh telah menciptakan manusia sebelum Adam, ternyata mereka berbuat kerusakan di bumi. Maka berkatalah para malaikat kepada Alloh: "Apakah Engkau jadikan dibumi ini manusia yang berbuat kerusakan didalamnya dengan maksiat dan menumpahkan darah sedangkan kami menyucikan Engkau dari segala yang tidak layak dengan keagunganMu dan memuliakanMu sebagai tanda syukur kepadaMu?" Para malaikat mengatakan hal itu kepada Alloh, karena mereka melihat diri mereka lebih baik daripada makhluk ini yang akan dijadikan khalifah di bumi. Akan tetapi Alloh menjawab mereka dengan rahasia yang disembunyikan dari mereka dan hikmah yang khusus ada padaNya dalam penciptaan Adam, yaitu bahwa Dia mengetahui apa yang tidak mereka ketahui.

Kedudukan Adam

Sesudah menciptakan Adam, Alloh mengajarinya nama benda - benda dan keadaan - keadaan serta keistimewaan - keistimewaan agar ia menjadi mantap di bumi dan mengambil manfaatnya dengan sebaik - baiknya. Kemudian Alloh bermaksud untuk menunjukan kepada para malaikat bahwa makhluk yang baru ini lebih banyak ilmunya dan lebih luas pengetahuannya. Maka Alloh minta kepada mereka agar memberitahukan kepadaNya tentang nama benda - benda tertentu dan khasiat - khasiatnya kalau mereka benar menurut dugaan mereka dan bahwa mereka lebih berhak atas kedudukan khalifah di bumi. Akan tetapi para malaikat tidak sanggup menjawab dan berkata kepada Alloh dengan mengemukakan alasan: "Sesungguhnya kami menyucikanMu, wahai Tuhan kami, dengan penyucian yang layak denganMu dan kami tidak menyanggah kehendakMu, karena kami tidak mempunyai ilmu, kecuali yang telah Engkau berikan kepada kami sedang Engkaulah yang maha mengetahui segala sesuatu dan maha bijaksana dalam segala hal yang Engkau lakukan." Alloh SWT memanggil Adam untuk mengajari para malaikat dan berkata kepadanya: "Hai Adam, beritahukan kepada para malaikat apa yang telah kutanyakan kepada mereka". Maka Adam menjawab dan menunjukkan kelebihannya atas mereka dan disini Alloh berseru kepada malaikat: "Tidakkah telah kukatakan kepada kalian bahwa Aku mengetahui segala yang dilangit dan segala yang terdapat di bumi yang tidak diketahui oleh selain Aku sedang Aku mengetahui perkataan yang kalian ucapkan dan yang kalian sembunyikan dalam diri kalian".(QS Al-Baqoroh:32,33)

Penghormatan kepada Adam

Alloh membentuk Adam dari tanah liat yang hitam dalam bentuk manusia sehingga apabila ia menjadi kering dan berbunyi bila diketuk, maka Alloh mengubahnya tahap demi tahap, kemudian Alloh meniupkan ruh-Nya didalamnya, ternyata ia berubah menjadi manusia yang terdiri dari daging, darah dan urat syaraf yang bergerak dengan kehendakNya dan berfikir. Kemudian Alloh menyuruh para malaikat menghormati Adam dengan cara bersujud kepadanya berupa sujud penghormatan, bukan sujud ibadah, karena Alloh tidak menyuruh seseorang untuk menyembah kepada selain Alloh.

Sujudnya para malaikat dan penolakan iblis

Para malaikat semuanya bersujud kepada Adam untuk mematuhi perintah Alloh, kecuali iblis yang menolak untuk bersujud lantaran sombong dan membangkang. Alloh telah bertanya kepadanya sedang Dia lebih tahu tentang sebab yang menghalangi iblis untuk sujud kepada Adam sesudah Ia menyuruhnya untuk melakukan hal itu. Maka iblis berdalih bahwa ia lebih baik daripada Adam dalam hal kejadiannya, karena ia diciptakan dari tanah liat, sedang api dalam pendapatnya lebih baik dari tanah liat dan menunjukkan kesombongan yang sangat. Oleh karena itu Alloh mengusirnya dari surga dan mengutuknya dengan kutukan yang kekal hingga hari kiamat dengan sebab kesombongannya.(QS Shod:73-78)

Adam dan iblis

Balasan terhadap iblis atas pembangkangan dan kesombongannya untuk bersujud kepada Adam adalah pengusiran dari surga dalam keadaan hina dina. Iblis memohon dari Tuhannya agar membiarkannya hidup hingga hari kiamat. Maka Alloh mengabulkan permohonannya lantaran suatu hikmah yang dikehendaki Alloh SWT. Iblis mengemukakan alasan permohonannya seraya berkata: Dengan sebab keputusanMu yang menetapkan kebinasaan atas diriku maka aku bersumpah untuk berdaya upaya sekuat tenagaku guna menyesatkan anak - anak Adam dan menjauhkan mereka dari jalanMu yang lurus dengan menggunakan segala cara yang mungkin untuk tujuan itu dan aku akan mendatangi mereka dari segala penjuru yang bisa kulakukan sambil menunggu kelengahan dan kelemahan mereka hingga aku bisa menyesatkan dan merusak mereka serta menjadikan sebagian besar dari mereka tidak bersyukur kepadaMu. Akan tetapi Alloh membentaknya seraya berkata :Keluarlah dari surga dalam keadaan tercela dan terusir dari rahmatKu dan Aku bersumpah akan memenuhi neraka denganmu dan siapa yang mengikutimu dari anak - anak Adam semuanya. (QS Al-A'raf:13-18)

Penciptaan Hawwa

Alloh menyuruh Adam untuk tinggal di surga bersama isterinya. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu dalam mana isterinya diciptakan. Ada yang mengatakan : Sesungguhnya Alloh SWT mengeluarkan iblis dari surga dan menempatkan Adam disitu sendirian tidak mempunyai teman untuk bersenang-senang bersamanya. Maka Alloh membuatnya tidur, kemudian mengambil salah satu rusuknya dari sebelah kiri dan menggantinya dengan daging dan menciptakan Hawwa darinya. Ketika ia terbangun didapatinya di dekat kepalanya seorang perempuan sedang duduk. Adam bertanya kepadanya : "Siapakah engkau?" Hawwa menjawab : "Seorang perempuan" Adam bertanya : "Mengapa engkau diciptakan?" Hawwa menjawab : "Supaya engkau bersenang - senang denganku".

Penyesatan Iblis terhadap Adam

ketika Alloh menempatkan Adam dan isterinya di surga, Ia membolehkan bagi keduanya untuk bersenang - senang dengan segala sesuatu didalamnya. Maka keduanya memakan buah - buahan surga yang disukainya dan Alloh tidak melarang keduanya kecuali memakan buah dari satu pohon (Kholdi) dan menyuruh keduanya agar tidak mendekatinya dan tidak merasai buahnya dan apabila keduanya melakukan hal itu. Mereka akan menjadi orang - orang yang menganiaya diri mereka dengan menentang perintah Alloh dan akan mendapat hukuman lantaran hal itu. Iblis gembira dalam hatinya, karena ia mendapat jalan dalam larangan itu untuk menjumpai Adam dan isterinya. Maka ia pun mulai berbicara dengan mereka dan membujuk mereka untuk makan buah pohon itu (Kholdi) sehingga berakibat penyingkapan aurat-aurat mereka yang tadinya tertutup. Iblis telah berusaha sekuat tenaga untuk terus menipu mereka, maka ia menimbulkan dugaan pada diri mereka bahwa Alloh melarang mereka berdua untuk makan dari pohon itu (Kholdi) supaya mereka tidak menjadi malaikat dan tidak kekal di dalam surga yang berisi kenikmatan dan bersumpah bahwa ia termasuk orang - orang yang memberi nasihat kepada mereka berdua. (QS Al-A'raf:19-21)

Dosa Adam

Adam dan Hawwa lupa bahwa iblis adalah musuh mereka dan terjerumuslah keduanya dalam jebakan fitnah dan memakan buah dari pohon itu. Ketika keduanya memakan buah tersebut tersingkaplah auratnya dan sebelum itu masing-masing belum pernah melihat auratnya maupun aurat temannya. Lantaran sangat malunya, keduanya mengumpulkan beberapa lembar daun pohon untuk menutupi auratnya. Maka ditegurlah mereka oleh Alloh SWT atas dosa mereka itu: "Tidakkah Aku melarang kalian memakan buah dari pohon itu dan memberitahu kalian berdua bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua?" Adam dan Hawwa merasakan besarnya dosa yang mereka perbuat dengan melanggar larangan Alloh. Maka merekapun menyesal dengan penyesalan yang sangat dan berdo'a kepada Tuhan mereka seraya berkata: "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami dengan pendurhakaan kepadaMu dan menyalahi perintahMu, maka ampunilah kami dan kasihanilah kami, sebab jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihani kami dengan keutamaanMu, niscaya kami menjadi orang - orang yang merugi".(QS Al-A'raf:22,23)

Pemaafan Adam dan pengusirannya dari surga

Alloh SWT menerima taubat Adam, akan tetapi Alloh menurunkan Adam dan Hawwa dari surga ke bumi dan memberitahu mereka bahwa akan terjadi permusuhan diantara anak dan cucu mereka dan mereka akan diam di bumi, memakmurkannya dan bersenang - senang didalamnya untuk jangka waktu tertentu hingga datangnya ajal mereka dan bahwa Alloh SWT akan memberi petunjuk ke jalan yang benar. Maka siapa yang mengikuti petunjuk Alloh, iapun tidak akan terjerumus kedalam dosa di dunia dan tidak akan sengsara didalamnya.

Kisah Qobil dan Habil

Qobil dan Habil adalah anak dari nabi Adam as, banyak ulama yang mengatakan bahwa isteri nabi Adam as yaitu Hawwa selalu melahirkan anak kembar laki - laki dan perempuan. Nabi Adam as selalu menikahkan puteranya dengan putrinya yang lahir di waktu berbeda. Qobil lahir terlebih dahulu dibandingkan dengan Habil, ternyata sodara kembar Qobil sangatlah cantik dibandingkan dengan yang lain. Qobilpun ingin menikahi sodara kembarnya itu. Akan tetapi Nabi Adam as akan menikahkan Habil dengan sodara kembarnya Qobil tersebut. Qobil tidak menerima akan hal itu, lalu timbulah perasaan dengki pada dirinya sehingga menyebabkan dibunuhnya Habil oleh sodaranya sendiri yaitu Qobil. Saat Habil telah meninggal dunia dan tergeletak di tanah, Qobil melihat dua burung gagak yang sedang berkelahi dan salah satu dari mereka mati, lalu burung gagak yang satunya menggali tanah dan menguburkan burung gagak yang telah mati tersebut. Melihat hal itu Qobilpun mengambil pelajaran dari burung gagak, lalu ia menguburkan mayat Habil sebagaimana yang dicontohkan oleh burung gagak.

Recommended For You

Wanita-Wanita Yang Penuh Barokah dan Mendapat Anugerah Allah

Rasulullah bersabda "Seorang wanita yang penuh barokah dan mendapat anugerah Allah adalah yang maharnya murah, mudah menikahinya dan akhlaknya baik. Namun sebaliknya, wanita yang celaka adalah yang mahal maharnya, sulit menikahinya dan buruk akhlaknya." "Akan lebih sempurna ketaqwaan seorang mu'min ...

8 Cara Berdandan Yang Terlarang Bagi Muslimah

Sahabat, motivasi terbesar bagi para wanita untuk berdandan adalah untuk mempercantik diri. Namun, tidak semua upaya mempercantik wajah, dibolehkan secara syariat. Bisa jadi tujuannya untuk memikat hati suami akan tetapi, meskipun tujuannya mulia, bukan berarti bisa menghalalkan segala cara. Mari ki ...