Macam - Macam Najis

Najis adalah suatu benda yang kotor dan menjadi penghalang ke sahnya sholat. Sholat tidak akan sah apabila tubuh, pakaian atau tempat orang yang mengerjakan sholat itu terkena najis. Seperti bangkai, tulang dan rambut bangkai, kecuali bangkai manusia, ikan, belalang dan sebagainya.

PEMBAGIAN NAJIS
Najis dibagi menjadi 3 bagian :
  • Najis Mukhaffafah (najis yang ringan), yaitu air kencingnya bayi laki - laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan selain air susu ibunya.
  • Najis Mughaladhah (najis yang berat), yaitu najis anjing, babi, dan keturunannya.
  • Najis Mutawassithah (najis yang sedang), yaitu najis selain dua najis tersebut diatas,seperti:
    • Bangkai, termasuk binatang yang disembelih tetapi tidak halal dimakan dagingnya, kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang.
    • Segala sesuatu yang keluar dari kubul atau dubur.
    • Bagian anggota badan binatang yang terpisah ketika masih hidup, kecuali bulunya.
    • Kotoran binatang,termasuk kotoran ikan.
    • Darah, nanah dan sebagainya.

NAJIS 'AINIYYAH DAN HUKMIYYAH
  • Najis 'Ainiyyah, yaitu najis yang masih tampak nyata/jelas, baik warnanya(masih terlihat dengan jelas), baunya(misalnya bau berbau busuk) atau rasanya(misalnya masih terasa pahit dan sebagainya).
  • Najis Hukmiyyah, yaitu najis yang sudah tidak terlihat bendanya, seperti bekas kencing yang sudah tidak terlihat, tidak berbau dan tidak ada rasanya, najis hukmiyyah ini cara mensucikannya sama dengan najis mukhaffafah.

CARA MENSUCIKAN NAJIS
  • Najis Mukhaffafah :barang yang terkena najis cukup diperciki dengan air meskipun tidak sampai mengalir.
  • Najis Mughaladhah :barang yang terkena najis baik berupa darah, kotoran atau jilatan anjing, Najis harus dihilangkan terlebih dahulu, kemudian dicuci tujuh kali, salah satu diantaranya dicampur dengan tanah/debu.
  • Najis Mutawassithah :Jika najis berupa kotoran, maka harus dibuang terlebih dahulu, kemudian disucikan dengan air hingga hilang warnanya, baunya dan rasanya. Dan tidak berbahaya, umpama warna atau sifat - sifatnya sukar dihilangkan.

KETERANGAN

Perlu diketahui bahwa cara mensucikan barang yang terkena najis, baik najis mukhaffafah, mughaladhah atau mutawassithah, apabila airnya sedikit, maka air harus datang / dituangkan kepada barang yang terkena najis, dan tidak boleh/tidak suci apabila terbalik (barang yang terkena najis datang kepada air).

Cara mencuci yang benar: Apabila pakaian yang akan dicuci itu terkena najis, maka pakaian terlebih dahulu dimasukkan kedalam bak yang belum ada airnya, kemudian diisi dengan air secukupnya. Dengan demikian berarti air datang dan mendorong yang berarti mempunyai kekuatan menghilangkan. Tetapi apabila bak telah dipenuhi dengan air dan pakaian yang terkena najis dimasukkan kedalamnya, maka tidak dapat suci, bahkan semuanya (air,bak air dan pakaian) menjadi najis, karena air tidak mempunyai kekuatan.


NAJIS YANG DIMA'FU (DIMA'AFKAN)

Diantara beberapa najis, ada yang di ma'fu/tidak diwajibkan untuk mensucikannya, seperti bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit (hanya satu tetes), debu yang bercampur dengan kotoran binatang tetapi yang tidak jelas bahwa itu kotoran binatang, sedikit dari darah orang lain asal tidak darah anjing atau babi atau sebagainya.

Recommended For You

Korban Seksinya Para Wanita : Kaum Lelaki Bonsai dan Lelaki Hambar

Kita umumnya sudah tahu bahwa istilah Bonsai mengacu pada budaya  tanam hasil karya bangsa Jepang terhadap sebuah pohon yang berusia ratusan tahun tapi bisa tampil kerdil, mungil dan elok. Apa kaitannya antara bonsai dengan kaum laki-laki? Istilah bonsai kadang dipakai untuk menyebut makhluk ...

Video CNN: Perampok Dapat Hidayah Setelah Gagal Merampok Toko Muslim di AS

Ini bukan berita baru, namun hikmah yang bisa diambil dari kisah nyata yang diangkat CNN Amerika ini bisa menjadi mutiara kehidupan bagi siapa saja. Silakan simak:   Video Youtube ini diterbitkan pada tanggal 11 Sep 2013. “You Change My Life”, demikian judulnya. Ini t ...