Pembangunan Salib Raksasa Memicu Kecaman Warga Muslim di Macedonia

Sebuah keputusan oleh pemerintah kota Aerodrom untuk mendirikan sebuah salib Kristen setinggi 33 meter  di ibukota Macedonia , agar dapat  dilihat oleh  mayoritas Muslim di Skopje , telah menyulut  kecaman dari  Muslim dan bahkan non – Muslim sebagai mengabaikan kebutuhan mereka .

” Sudah banyak gereja dan masjid , ” ujar Adem Ahmet , seorang warga etnis Albania lansia di kota  Skopje mengatakan kepada BIRN ( Balkan Investigative Reporting Network ) pada hari Senin, 11 November.

” Tidak ada perlunya  untuk monumen tersebut , ” tambahnya .

Rencana untuk membangun salib tinggi di kotamadya Aerodrom di ibukota Macedonia diumumkan baru-baru ini .

Salib, dengan 33 meter yang melambangkan usia Yesus , harus dibangun dalam waktu satu tahun dan akan dibiayai oleh sumbangan .

Menurut inisiator proyek , organisasi non -profit pan – Macedonia, Macedonia World Congress , salib akan terlihat di bagian mayoritas Muslim Albania Skopje .

Kongres menambahkan bahwa salib di Aerodrom , sebuah kota yang didominasi oleh warga Macedonia yang beragama Kristen Ortodoks , tidak dimaksudkan untuk menyinggung umat Islam .

“Salib bukanlah konspirasi atau provokasi , tetapi penegasan budaya . Ini bukan simbol anti-Islam tetapi merupakan bagian integral dari budaya Macedonia , ” kata Macedonia Kongres Dunia dalam sebuah pernyataan .

Pembangunan Salib telah  disetujui pekan lalu setelah pemungutan suara oleh dewan kota di Aerodrom , suara didukung oleh penguasa beraliran kanan,  partai VMRO DPMNE .

Dengan keputusan tersebut , pemerintah kota memberi tanah kepada Kongres untuk pembangunanyang berdasarkan  karakter budaya dan agama ” .

Kongres , yang dipandang sebagai organisasi konservatif yang dekat dengan Partai kanan VMRO DPMNE , menggambarkan Macedonia sebagai ” basis kekristenan di Eropa ” .

Pembangunan salib ini mengikuti adanya  rumor bahwa proyek investasi Turki dalam waktu dekat akan membangun empat gedung pencakar langit yang bisa mengundang masuknya pembeli dari warga Muslim di kota etnik dengan  agama homogen .

Pembangunan salib raksasa diumumkan untuk menandingi rumor  investor Turki yang akan  berencana untuk membangun masjid di sana.

Meskipun rencana pembangunan salib  tersebut sudah disetujui  kongres , Muslim Macedonia dan Kristen mengkritik proyek tersebut suatu yang ‘tidak perlu’ .

” Ini adalah provokasi , ” kata warga  Albania Muslim lokal kepada BIRN .

” Kami sudah memiliki satu  salib [ 66 - meter-tingginya ]  di Skopje yang dapat dilihat dari mana-mana , ” tambahnya

Salib besar lainnya , dua kali ukuran dari yang baru , didirikan pada tahun 2001 di atas gunung Vodno dekat kota .

Seperti etnis Albania , etnis Macedonia  di Aerodrom juga tidak tampak senang dengan ide salib baru.

” Kami memiliki prioritas lain di kotamadya , taman kanak-kanak , sekolah, rumah sakit , ” kata salah satu dari mereka , Milka Kapushevska kepada BIRN .

Muslim membentuk hampir 33 persen dari dua juta penduduk Macedonia , menurut World Fact Book .(OI.Net/KH)

Recommended For You

Buruh Pabrik Sabun menjadi Pengusaha Konveksi

Kisah ini pernah diceritakan pula oleh Alihozi di dalam blog pribadinya yaitu http://Alihozi77.blogspot.com, bahwa pada era tahun 1960-an di sebuah kota kecil di Jawa Timur hiduplah seorang buruh pabrik sabun milik seorang pengusaha nonpribumi. Nama buruh itu oleh si pencerita dipanggil dengan nama ...

Wanita-Wanita Mulia Ini "Meminang" Lelaki Terlebih Dahulu

Satu kebingungan bagi kalangan muslimah adalah tentang bagaimana cara menemukan jodoh terbaik, menawarkan diri ke pihak laki­laki menjadi hal yang “tabu” di negeri ini, sehingga ketika ada muslimah yang ingin menikah maka lebih banyak yang “menunggu” ketimbang berusaha me ...