Pengertian Zakat dan Hukum Menunaikan Zakat

Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa artinya tumbuh dan berkembang. Dikatakan zakatnya tanaman apabila tumbuh. Zakat menurut istilah artinya hak yang dwajibkan dari harta yang telah mencapai nishab setahun dengan syarat tertentu, untuk golongan tertentu. Zakat membersihkan seorang hamba dan mensucikan dirinya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” (At Taubah: 103)

Zakat merupakan sebab dari sebab-sebab persatuan, kecintaan, dan penopang di antara individu masyarakat Muslim.

 

Hukum zakat dan dalilnya

Zakat merupakan kewajiban dari kewajiban-kewajiban Islam dan rukun dari rukun Islam yang lima, yang terpenting setelah sholat.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat.” (Al Baqarah: 43)

Dan firman-Nya,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” (At Taubah: 103)

Dari Abdullah bin Umar Radhiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

“Islam dibangun atas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.” (Riwayat Bukhari no.8 dan Riwayat Muslim no. 16)

Dan dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal Radhiallahu’anhu tatkala beliau Shallallahu’alaihi wasallam mengutusnya ke negeri Yaman:

إنك تأتي قوما من أهل الكتاب، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله – وفي رواية : إلى أن يوحدوا الله -، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم فإنه ليس بينها وبين الله حجاب

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi Ahlul Kitab. Jika engkau telah sampai kepada mereka maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada llah (yang berhak disembah) kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasullullah.” (Dalam riwayat lain: “Maka jadikan yang kamu seru pertama kali kepada mereka adalah ibadah kepada Allah.”) (Dalam riwayat lain: “Supaya mereka mentauhidkan Allah.”) “Kalau mereka menaatimu (Dalam riwayat lain: “Apabila mereka telah mengenal Allah”), maka kabarkan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima kali sehari semalam. Apabila mereka telah menaatimu dalam perkara itu, kabarkanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari orang- orang kaya mereka dan diberikan kepada para fakirnya. jika mereka menaatimu dalam perkara itu, maka berhati-hatilah engkau terhadap harta mereka yang bagus- bagus (jangan sampai engkau hanya mau mengambil dan mengutamakan harta mereka yang bagus-bagus) sebagai zakat dan takutlah kamu terhadap doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada hijab (penghalang) antara dia dengan Allah.” (Riwayat Bukhari no. 1395 dan riwayat Muslim no. 19)

Dan telah ijma’ kaum Muslimin di setiap masa atas wajibnya, dan Shahabat Radhiallahu’anhum sepakat atas hukum bunuh bagi sesiapa yang menolak membayar zakat. Dengan demikian telah tsabit wajibnya zakat menurut Al Quran, As Sunnah, dan Ijma’.

Hukum Bagi yang Mengingkari Zakat

Barang siapa yang mengingkari wajibnya zakat karena tidak tahu hukumnya, dan memang karena kebodohannya seperti orang yang baru masuk Islam yang belum sampai kepadanya hukum zakat dalam Islam, atau dia tinggal di suatu tempat yang jauh dari peradaban, maka orang-orang seperti ini disampaikan kewajibannya, dan jangan dihukumi dengan kekafiran, karena mereka mendapatkan udzur.

Dan bila orang yang mengingkarinya adalah seorang muslim yang tinggal di negeri Islam dan disana ada ahlul ilmu (ulama), maka dia murtad dihukumi atas riddah (keluar dari Islam), dimintai taubat selama 3 hari. Hendaknya dia bertaubat, kalau tetap mengingkarinya maka dibunuh.

Karena kewajiban zakat itu jelas dalam Al Quran dan As Sunah dan ijma’ (kesepakatan) kaum Muslimin, maka hampir-hampir tidak tersamarkan perkara ini atas siapapun. Barang siapa yang menolak, ini tidak terjadi kecuali dia mendustakan Al Quran dan As Sunnah dan mengkufuri keduanya.

Hukum Enggan Menunaikan Zakat Karena Bakhil

Barang siapa yang enggan menunaikan zakat karena dia bakhil dengan tetap meyakini kewajibannya maka dia mendapatkan dosa besar karena enggan menunaikan kewajibannya. Akan tetapi tidak mengeluarkannya dari Islam. Karena zakat adalah cabang dari cabang-cabang agama, maka tidak dikafirkan orang yang meninggalkan zakat sekedar hanya meninggalkan, karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda terhadap orang yang enggan menunaikan zakat,

ثُمَّ يَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

“Kemudian dia melihat jalannya apakah menuju surga atau menuju neraka.” (Shahih Muslim No. 987)

Sekiranya dia dihukumi kafir tidak mungkin dia melhat jalannya ke surga. Orang seperti ini diambil zakat darinya dengan paksa bersama hukuman. Kalau dia tetap enggan menunaikan maka dibunuh sampai dia tunduk perintah Allah Azza wajalla dan menunaikan zakat karena firman Allah,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (At Taubah: 5)

Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (Riwayat Bukhari No. 2946 dan Muslim No. 21)

Berkata Abu Bakar As Shiddiq Radhiallahu’anhu, “Kalau mereka enggan menunaikan zakat ‘anaqan yang mereka tunaikan di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam niscaya aku perangi mereka.” (Riwayat Bukhari No. 1400 dan Muslim No. 20)
‘Anaqan adalah anak betina kambing yang umurnya belum genap setahun.

Dan beliau didukung khalifah yang tiga dan seluruh shahabat Radhiallahu’anhum. Dan orang yang enggan menunaikan zakat karena bakhil masuk nash ini untuk diperangi.

(Dari Kitab Fiqhul Muyassar fii Dhau al-Kitabi wa as-Sunnah, Penulis Majmu’ minal Ulama, Taqdim asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh)

Recommended For You

Kapan Menikah, Saudariku?

Memasuki usia 20-an, seorang Muslimah tentunya diberondong dengan pertanyaan kapan akan menggenapkan separuh dien. Ini mungkin pertanyaan yang berat untuk dijawab. Apalagi jika memasuki fase akhir 30-an, itu sudah kena lampu kuning untuk ukuran standar wanita menikah. Tapi tunggu dulu, usia seseoran ...

Menikah Dini atau Menikah Nanti? Sama-sama Hebat!

Untuk ke sekian kali, aku mendatangai resepsi pernikahan teman sebayaku. Seperti mimpi saat kulihat Imam dan istrinya yang cantik bersanding di pelaminan yang sederhana. Senyum merekah dari keduanya menyebarkan rasa bahagia pada seluruh tamu yang hadir. Tak ada yang menyangka bahwa diantara kami, an ...