Pengkhianatan Seorang Wanita Setelah Kematiannya

Pada jaman Bani Israil, ada seorang lelaki yang memiliki seorang istri yang sangat cantik tiada tandingnya, dan ia pun sangat mencintainya. Ketika istrinya mati, maka ia menunggui kuburnya dalam waktu yang lama. Suatu hari, lewatlah Nabi Isa as ke kuburan tersebut, lalu melihat lelaki itu sedang menangis. Nabi Isa as pun bertanya, "Apa yang membuatmu menangis?"

Maka lelaki itu pun menceritakan kisahnya. Nabi Isa as berkata, "Apakah kamu senang jika aku menghidupkannya kembali untukmu?"

"Ya," jawab lelaki itu. Kemudian Nabi Isa as pun memanggil penghuni kubur itu, maka tiba-tiba keluarlah dari dalam kubur itu sesosok hitam yang dari mata, hidung dan semua lubang tubuhnya keluar api.

Lelaki tadi berkata, "Bukan yang itu, wahai Nabi Allah, tetapi kuburnya adalah yang ini," kata si lelaki sambil menunjuk kubur yang lain.

Nabi as pun berkata pada mayat tadi, "Kembalilah ke tempatmu!" Mayat itu pun roboh lagi ke tempatnya, lalu tertimbun tanah. Kemudian Nabi Isa as pindah ke kubur yang ditunjukkan lelaki tadi, seraya berkata, "Wahai penghuni kubur, bangkitlah dengan izin Allah!"

Tiba-tiba kuburan itu terbelah, lalu keluarlah seorang perempuan sambil mengibaskan debu dari rambutnya. "Inilah istri saya, wahai Nabi Allah!" kata lelaki tadi.

"Bawalah ia bersamamu," perintah Nabi Isa. Lelaki tadi membawa istrinya pulang. 
Suatu ketika, ia merasa sangat ngantuk dan ingin tidur, lalu ia berkata pada istrinya, "Aku lelah karena tidak tidur selama menunggu kuburanmu, aku ingin istirahat."
"Istirahatlah!" jawab istrinya.

Lelaki tadi kemudian meletakkan kepalanya di atas pangkuan istrinya. Ia tertidur, saat lelaki tadi tertidur, lewatlah seorang pangeran yang gagah dan tampan naik kuda yang bagus, maka terpesonalah wanita tadi pada sang pangeran. Ia pun meletakkan kepala suaminya, lalu berlari menyusul sang pangeran. Ketika sang pangeran melihat wanita tadi, ia pun terpana dan terpikat. "Bawalah aku bersamamu!" kata wanita tadi.

Mereka berdua pun kemudian pergi. Ketika suami wanita tadi terbangun, ia kaget karena istrinya sudah tidak ada, maka ia pun mencarinya. Akhirnya ia menemukannya. Ia berkata pada sang pangeran, "Wahai, pangeran! Wanita ini adalah istri saya, lepaskan dia!" kata suaminya.

Akan tetapi istrinya tidak mau mengakuinya, dan malah berkata, "Aku adalah istri pangeran!"
"Apakah kamu akan merebut istriku?" kata sang pangeran.

Suaminya menjawab, "Demi Tuhan, dia adalah istriku, dia telah dihidupkan kembali oleh Nabi Isa as setelah kematiannya."
Ketika mereka sedang ribut, tiba-tiba lewatlah Nabi Isa as. Maka si lelaki berkata, "Wahai, Nabi Allah! Bukankah ini adalah wanita yang engkau hidupkan untuk saya?"

"Ya," jawab Nabi Isa as.
"Wahai, Nabi Allah! Dia itu bohong, aku adalah istri sang pangeran," kata si wanita mengingkari.
"Bukankah kamu adalah wanita yang aku hidupkan?" tanya Nabi Isa as.
"Demi Allah, bukan wahai Nabi Allah!" jawab si wanita.

"Kalau begitu kembalikan padaku apa yang telah aku berikan padamu," lanjut Nabi Isa as.
Maka seketika itu juga wanita tadi mati. Lalu Nabi Isa as.bersabda, "Barangsiapa ingin mengetahui seseorang yang mati kafir, kemudian ia dihidupkan dan beriman, maka lihatlah sosok hitam tadi. Dan barangsiapa ingin mengetahui orang yang mati beriman kemudian dihidupkan dan kafir, maka wanita inilah orangnya."

Kemudian lelaki Bani Israil tadi bersumpah bahwa dia tidak akan menikah selamanya. Dia menuju sebuah dataran yang sepi, lalu beribadah di sana sampai akhir hayatnya.

Recommended For You

Hikmah Sholat Subuh

“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat buk ...

Dasar dan Pokok - Pokok Islam

Dasar dan Pokok Islam yaitu : Mengucapkan dua kalimat syahadat/mengakui dengan sesungguhnya bahwasannya tidak ada Tuhan yang wajib disembah, melinkan Alloh dan mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Alloh. Menegakkan sholat lima waktu. Membayar zakat. Menunaikan ibadah hajji bagi yang ...